Posted on Updated on

TUJUAN PENDIDIKAN

Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah : Ilmu Pendidikan
Dosen Pengampu : Abdul Khobir, M.Ag

Disusun oleh:
1. Ati Utami (2021113205)
2. Nur Fuaidah (2021113206)
3. Umi Fatkhurohmah (2021113211)
4. Anik Mufidah (2021113212)

TARBIYAH PAI F
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap langkah tujuan manusia tentunya disertai dengan tujuan, begitu halnya dengan dunia pendidikan, karena tujuan pendidikan sangat penting dalam menentukan arah yang hendak dicapai atau ditempuh dalam masyarakat tertentu. Sebab tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, proses pendidikan menjadi acak-acakan, tanpa arah, bahkan bisa sesat atau salah langkah.
Sehubungan dengan hal tersebut, pendidikan islam harus menyadari betul atau sebenarnya yang ingin dicapai dalam proses pendidikan.

B. Rumusan Masalah
Dalam uraian diatas, penulis merumuskan masalah secara rinci sebagai berikut:
1. Apa pengertian pendidikan islam?
2. Apa pengertian tujuan pendidikan?
3. Bagaimana kedudukan tujuan pendidikan islam?
4. Apa tujuan pendidikan islam?
5. Apa saja aspek-aspek pendidikan islam?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian pendidikan islam
 Menurut Drs. Ahmad D. Marimba
Pendidikan islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam.
 Menurut Drs. Burlian somad
Suatu pendidikan dinamakan pendidikan islam, jika pendidikan itu bertujuan membentuk individu menjadi bercorak berderajat tertinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan untuk mewujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah.
 Menurut Drs. Usman said
Pendidikan agama islam ialah segala usaha untuk terbentuknya atau membimbing rohani jasmani seseorang menurut ajaran islam.
 Menurut Drs. Abd. Rahman shaleh
Pendidikan agama islam ialah segala usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak dan sesuai dengan ajaran islam.

B. Pengertian tujuan pendidikan
Dilihat dari segi kebahasaan, kata tujuan berakar dari dasar tuju yang berarti arah atau jurusan. Maka, tujuan berarti maksud, sasaran atau dapat juga berarti sesuatu yang hendak di capai.
Sedangkan tujuan secara istilah adalah batas akhir yang di cita-citakan seseorang dan dijadikan pusat perhatiannya untuk dicapai melalui usaha.
Jadi tujuan pendidikan secara luas adalah perubahan yang di inginkan yang diusahakan oleh proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan alam sekitar tempat individu itu hidup, atau pada proses pendidikan dan pengajaran, sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi diantara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.
Berdasarkan uraian diatas, dapat di ambil suatu kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan tujuan pendidikan ialah hasil akhir yang di inginkan atau yang ingin di capai melalui proses pendidikan.

C. Kedudukan Tujuan Pendidikan
Merumuskan tujuan pendidikan merupakan sarat mutlak untuk mendefinisikan pendidikan itu sendiri yang paling tidak di dasarkan atas konsep dasar mengenai manusia, alam, dan ilmu serta dengan pertimbangan prinsip-prinsip dasarnya. Hal tersebut disebabkan pendidikan adalah upaya yang paling utama, bahkan salah satunya untuk membentuk manusia menurut apa yang dikehendakinya. Oleh karena itu, menurut para ahli pendidikan, tujuan pendidikan pada hakikatnya merupakan rumusan-rumusan dari berbagai harapan ataupun keyakinan manusia.
Tujuan pendidikan mempunyai kedudukan yang amat penting. Menurut Ahmad D. Marimba ada empat fungsi tujuan pendidikan, yaitu tujuan berfungsi mengakhiri usaha, tujuan berfungi mengarahkan usaha, tujuan berfungsi titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain yaitu tujuan-tujuan baru maupun tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama, tujuan memberi nilai pada sifat pada usaha itu.

D. Tujuan Pendidikan Islam
Perumusan tujuan pendidikan islam harus berorientasi pada hakikat pendidikan yang meliputi beberapa aspek. Pertama, tujuan dan tugas hidup manusia, bahwa manusia hidup bukan karena kebetulan dan sia-sia. Ia diciptakan dengan membawa tujuan dan tugas hidup tertentu. Kedua, memperhatikan sifat-sifat dasar manusia yaitu konsep tentang manusia sebagai makhluk unik yang mempunyai beberapa potensi bawaan seperti fitrah, bakat, minat, sifat dan karakter. ketiga, tuntutan masyarakat. Keempat, dimensi-dimensi kehidupan ideal islam.(mujib)
Menurut Hasan Langgulung, bahwa tujuan pendidikan islam harus mampu mengakomodasikan tiga fungsi utama dari agama, antara lain:
1) Fungsi spiritual yaitu berkaitan dengan akidah dan iman
2) Fungsi sikologis yaitu berkaitan dengan tingkah laku individu
3) Fungsi sosial yaitu berkaitan dengan aturan-aturan yang menghubungkan manusia dengan manusia lain atau masyarakat.
Ada beberapa tujuan pendidikan islam:
• Tujuan Umum
Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan umum itu tidak dapat dicapai kecuali setelah melalui proses pengajaran, pengalaman, pembiasaan, penghayatan dan keyakinan akan kebenarannya.
• Tujuan akhir
Pendidikan islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim yang merupakan ujung dari taqwa sebagai akhir dari proses hidup jelas berisi kegiatan pendidikan. Inilah akhir dari proses pendidikan itu yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya.
• Tujuan sementara
Sejak dari tujuan pendidikan tingkat permulaan, bentuk pola taqwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana. Disinilah perbedaan yang mendasar bentuk tujuan pendidikan islam dibandingkan dengan pendidika lainnya.
• Tujuan operasional
Tujuan operasional ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Pada masa permulaan yang penting ialah anak didik mampu dan terampil berbuat, baik perbuatan itu perbuatan ucapan ataupun perbuatan anggota badan lainnya.
Sutari Imam barnadib dengan merangkum pendapat Langeveld, membedakan enam tujuan pendidikan, yakni:
1. Tujuan umum
Ialah tujuan yang akan dicapai diakhir proses pendidikan, yaitu tercapainya kedewasaan jasmani dan ruhani anak didik.
2. Tujuan khusus
Ialah pengkhususan tujuan umum atas dasar usia, jenis kelamin, sifat, bakat, intelegensi, sosial-budaya, dan sebagainya.
3. Tujuan tidak lengkap
Ialah tujuan yang menyangkut sebagian aspek manusia (psikologis, biologis)
4. Tujuan sementara
Ketika tujuan sementara berhasil dicapai, tujuan itu akan ditinggalkan dan diganti dengan tujuan lain.
5. Tujuan intermediet
Ialah tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok dengan cara pembiasaan.
6. Tujuan insidental
Ialah tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, yang sifatnya seketika dan spontan.
E. Aspek-aspek Tujuan Pendidikan
Aspek tujuan pendidikan islam meliputi empat hal yaitu:
1) Tujuan Jasmaniah
Tujuan pendidikan perlu dikaitkan dengan tugas manusia selaku khalifah dimuka bumi yang harus memiliki kemampuan jasmani yang bagus disamping rohani yang teguh.
Jadi tujuan pendidikan islam adalah untuk membentuk manusia muslim yang sehat dan kuat jasmaninya serta memiliki ketrampilan yang tinggi.
2) Tujuan Rohaniah
Tujuan ini dikaitkan dengan kemampuan manusia menerima agama islam yang inti ajarannya adalah keimanan dan ketaatan kepada Allah dengan tunduk dan patuh kepada nilai-nilai moralitas yang diajarkan-Nya dengan mengikuti keteladanan Rasulullah SAW, inilah tujuan rohaniah pendidikan islam.
Tujuan pendidikan rohaniah menurut Muhammad Qutb yaitu mengandung pengertian “ruh” yang merupakan mata rantai pokok yang menghubungkan antara manusia dengan Allah, dan pendidikan islam harus bertujuan untuk membimbing manusia sedemikian rupa sehingga ia selalu tetap berada didalam hubungan dengan-Nya.
3) Tujuan Akal
Aspek tujuan ini bertumpu pada pengembangan intelegensia (kecerdasan) yang berada dalam otak. Sehingga mampu memahami dan menganalisis fenomena-fenomena ciptaan Allah di jagad raya ini.
4) Tujuan Sosial
Tujuan sosial ini merupakan pembentukan kepribaddian yang utuh dari roh, tubuhdan akal. Dimana identitas individu disini tercermin sebagai manusia yang hidup pada masyarakat yang plural (majemuk). Tujuan pendidikan sosial ini penting artinya karena manusia sebagai khalifah Tuhan di bumi seyogyanya mempunyai kepribadian yang utama dan seimbang. Yang karenanya tidak mungkin manusia menjauhkan diri dari kehidupan bermasyaratkat.

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Maka pendidikan, karena merupakan suatu usaha dan kegiatan berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, tujuannya bertahap dan bertingkat. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang, berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya.
Kalau kita melihat kembali pengertian pendidikan islam, akan terlihat dengan jelas sesuatu yang diharapkan terwujud setelah orang mengalami pendidikan islam secara keseluruhan, yaitu kepribadiaan seseorang yang membuatnya menjadi “insan kamil” dengan pola taqwa. Insan kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena taqwanya kepada Allah.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. 1991. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka

Moh. Haitami Salim dan Syamsul Kurniawan. 2012. Studi Ilmu Pendidikan Islam. Jogjakarta: Arruz Media

Abdul Mujib. 2006.Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana

Zakiah Daradjat. 1996. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara

Wiji Suwarno. 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta: Ar ruzz

Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s