Posted on

MEROKOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Disusun guna memenuhi tugas kelompok:
Mata kuliah: Masa’il fiqhiyah
Dosen pengampu: Dr. Makrum Kholil, M. Ag

Disusun oleh:
NUR FUAIDAH (202 111 3206)

Kelas: PAI F
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Rokok, siapa yang tidak kenal dengan benda satu ini. Rokok memang merupakan salah satu fenomena sosial yang cukup cukup unik. Dalam kehidupan masyarakat rokot telah menyatu dalam kehidupan sebagian manusia. Baik orang awam, kaum intelak, miskin atau kaya, pedesaan atau kota, bahkan pria atau wanita. Mereka sanggup untuk tidak makan berjam-jam, tetapi pusing jika berjam-jam tidak merokok. Mengaku tidak punya uang untuk bayar sekolah tetapi selalu ada uang untuk membeli rokok. Meski sudah tahu bahwa rokok mengancam kesehatan tetapi masih tetap saja rokok mendapat dukungan yang besar terutama dari kalangan perokok sendiri. Para perokok bukan tidak tahu dampak dari merokok bahkan seharusnya mereka yang paling tahu karena pada setiap bungkus telah tertulis dengan jelas dampak merokok.
Para perokok beragumen bahwa merokok dapat merangsang imajinasi kreatif, ada pula yang mengatakan bahwa merokok dapat menenangkan. Meski tidak sedikit yang mengatakan bahwa merokok merupakan perbuatan yang sia-sia.
b. Rumusan masalah
Bagaimana sejarah adanya rokok?
Apa faktor-faktor yang menyebabkan ora merokok?
bagaimana pendapat para ulama tentang hukum merokok?

PEMBAHASAN
A. Sejarah rokok
Tidak ada yang menyebutkan sejarah rokok secara pasti, salah satu versi yang mengatakan bahwa rokok pertama kali ditemukan di Amerika. Setelah Amerika merdeka maka banyak bangsa Eropa yang berkunjung. Tujuan semula untuk melihat perkembangan masyarakat Amerika. Keunikan gaya hidup masyarakat Amerika tampaknya mengundang simpatik yang begitu besar bagi pengunjung dari Eropa tersebu, termasuk dalam hal merokok.
Hingga akhirnya lambat laun bangsa-bangsa Eropa mulai mengadopsinya. Maka setelah mereka kembali ke negara masing-masing mereka membaawa bibit-bibit tembakau. Eksportir bibit-bibit tembakau kedaratan Eropa mulai berlangsung pada tahun 1518 M/ 935 H.
Menurut Abdullah bin Abdurrahman as Sanad dalam bukunya Nashihah al-insan ala isti’mal ad-Dukhan, rokok dikenal oleh bangsa Eropa sekitar tahun 915 H atau 1518 M, ketika sekelompok pakar mereka menemukan tumbuhan “aneh” di Toboko (Meksiko). Benihnya mereka bawa pulang dan dari sana tersebar ke daerah-daerah lain, termasuk ke wilayah negeri-negeri Islam. Itu sebabnya tidak ditemukan pendapat ulama masa lalu tentang hukum merokok.
B. Penyebab orang merokok
Berdasarkan penelitian Universitas Malik Saud didapat bahwa sebab-sebab orang yang merokok sebagai berikut:
1. Anak yang mencontoh seorang ayah yang merokok, dan diperbolehkannya perbuatannya oleh orang tuanya
2. Ingin mendapat pengakuan dari orang sekitar, biasanya anak yang baru memulai merokok akan merasa bangga karena sudah dianggap dewasa
3. Bergaul dengan orang-orang yang merokok, terutama pada anak-anak yang menjelang dewasa
4. Tidak adanya pemahaman yang cukup tentang bahaya dari merokok
5. Rasa gelisah dan gundah yang diiringi dengan kekosongan rohani serta waktu luang
C. Hukum merokok
Menurut Yusuf Qardhawi dalam bukunya, memberikan fatwa haramnya hukum merokok. Pendapat ini banyak diikuti oleh para ulama termasuk ustad Umar Thalib. Dalam salah satu tulisannya di majalah khasanah tembakau merukapan unsur utama pembuatan rokok yang telah dikenal oleh umat islam pada akhir abad ke 10 H yang dibawa oleh para pedagang spanyol. Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok. Berdasarkan ayat Al quran yang artinya “Allah yang menghalalkan yang baik-baik (thayyibah) dan mengharamkan yang jelek-jelek (khabaits).
Unsur al khabaits itu, oleh mereka yang mengharamkan rokok diakibatkan bukan cuma oleh faktor materialnya saja tetapi juga oleh faktor-faktor lain yang menjadikan khabaits. Qardhawi melihat bahwa rokok selain dapat merusak kesehatan juga dapat mesukan kantung. Lebih jauh lagi diartikan sebagai tindakan penghambur-hamburan harta (mubazir). Berdasarkan QS al Isra ayat 27 berikut:
•          
Artinya: “sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada tuhannya”
QS al Baqarah ayat 195
            •    
Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
QS an Nisa ayat 29
                    •     
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Diantara ulama yang mengharamkan dan melarang merokok ialah Syekhul islam ahmad as sanhuri al bahuti al hambali, kemudian dari kalangan madzab maliki (Ibrahim al laqqani, Ibrahim bin jam’an, Al muhaqqiq abdul malik al ishami)
Menurut para ulama merokok tidak diharamkan paling jauh menurut mereka merokok itu makruh kalau tidak bisa dikatakan mubah. Alasannya rokok hanya berbahaya jika dihisap berlebihan. Mereka menyamkan rokok dengan bawang, petai, jengkol, dan sejenisnya. Ia menjadi khabaits hanya pada saat-saat tertentu, seperti malakukannya di Masjid dan keramaian orang. Selain itu hukumnya makruh atau mubah.
Menurut para ulama telah sepakat bahwa segala yang menbahayakan akal atau badan hukumnya haram. Dan mengetahui bahaya rokok bukan lewat ahli fiqh tetapi lewat para dokter. Menurut para dokter rokok itu harus dihindari karena merupakan sebab utama beberapa penyakit. Dalam hal ini menurutnya harus dituruti karena kedudukan mereka sama dengan para fuqaha.

PENUTUP

Kesimpulan
Pada asalnya segala sesuatu itu boleh, kecuali ada nash syara yang mengharamkannya. Allah tidak menyatakan memberi kenikmatan kepada mereka dengan sesuatu yang diharamkan. Adapun sesuatu yang membahayakan (menimbulkan mudharat), baik mudharat pada badan maupun jiwa atau kedua-duanya maka pada dasarnya hukumnya terlarang dan haram.
Sedangkan pada rokok terdapat semacam dharar yang tidak boleh dilupakan dan sudah tidak diragukan lagi: dharar mali (bahaya pada keuangan) karena termasuk menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya, baik untuk urusan dunia maupun akhirat (agama). Apalagi harga rokok demikian mahal sehingga ada diantara mereka demi memenuhi ambisi merokok yang berlebihan yang tidak keberatan membelanjakan uangnya dalam jumlah yang besar yang cukup untuk menghidupi keluarganya.
Adapun jika ada sebagian orang yang merasa mendapatkan ketenangan karena merokok, maka hal ini bukanlah termasuk manfaat rokok tetapi hanya karena ia telah terbiasa merokok dan kecanduan.

DAFTAR ISI

Yunus, Muhammad BS. 2009. Kitab Rokok: Nikmat dan Mudhorot yang menghalalkan atau yang mengharamkan. Yogyakarta: Kutub.

M. Shihab, Quraish. 2010. Soal keislaman yang patut anda ketahui. Tangerang: Lentera Hati.
http//faktor-faktor penyebab orang merokok diakses tanggal 3 April 2015 jam 20.00
Assyaukanie, Luthfi. 1998. Politik, HAM, dan isu-isu teknologi dalam fiqh kontemporer. Bandung: Dzu al Qa’dah.
Qardhawi, Yusuf. 2001. Fatwa-fatwa kontemporer jilid II. Jakarta: Gema Insani Press.

Posted on

MEROKOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Disusun guna memenuhi tugas kelompok:
Mata kuliah: Masa’il fiqhiyah
Dosen pengampu: Dr. Makrum Kholil, M. Ag

Disusun oleh:
NUR FUAIDAH (202 111 3206)

Kelas: PAI F
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Rokok, siapa yang tidak kenal dengan benda satu ini. Rokok memang merupakan salah satu fenomena sosial yang cukup cukup unik. Dalam kehidupan masyarakat rokot telah menyatu dalam kehidupan sebagian manusia. Baik orang awam, kaum intelak, miskin atau kaya, pedesaan atau kota, bahkan pria atau wanita. Mereka sanggup untuk tidak makan berjam-jam, tetapi pusing jika berjam-jam tidak merokok. Mengaku tidak punya uang untuk bayar sekolah tetapi selalu ada uang untuk membeli rokok. Meski sudah tahu bahwa rokok mengancam kesehatan tetapi masih tetap saja rokok mendapat dukungan yang besar terutama dari kalangan perokok sendiri. Para perokok bukan tidak tahu dampak dari merokok bahkan seharusnya mereka yang paling tahu karena pada setiap bungkus telah tertulis dengan jelas dampak merokok.
Para perokok beragumen bahwa merokok dapat merangsang imajinasi kreatif, ada pula yang mengatakan bahwa merokok dapat menenangkan. Meski tidak sedikit yang mengatakan bahwa merokok merupakan perbuatan yang sia-sia.
b. Rumusan masalah
Bagaimana sejarah adanya rokok?
Apa faktor-faktor yang menyebabkan ora merokok?
bagaimana pendapat para ulama tentang hukum merokok?

PEMBAHASAN
A. Sejarah rokok
Tidak ada yang menyebutkan sejarah rokok secara pasti, salah satu versi yang mengatakan bahwa rokok pertama kali ditemukan di Amerika. Setelah Amerika merdeka maka banyak bangsa Eropa yang berkunjung. Tujuan semula untuk melihat perkembangan masyarakat Amerika. Keunikan gaya hidup masyarakat Amerika tampaknya mengundang simpatik yang begitu besar bagi pengunjung dari Eropa tersebu, termasuk dalam hal merokok.
Hingga akhirnya lambat laun bangsa-bangsa Eropa mulai mengadopsinya. Maka setelah mereka kembali ke negara masing-masing mereka membaawa bibit-bibit tembakau. Eksportir bibit-bibit tembakau kedaratan Eropa mulai berlangsung pada tahun 1518 M/ 935 H.
Menurut Abdullah bin Abdurrahman as Sanad dalam bukunya Nashihah al-insan ala isti’mal ad-Dukhan, rokok dikenal oleh bangsa Eropa sekitar tahun 915 H atau 1518 M, ketika sekelompok pakar mereka menemukan tumbuhan “aneh” di Toboko (Meksiko). Benihnya mereka bawa pulang dan dari sana tersebar ke daerah-daerah lain, termasuk ke wilayah negeri-negeri Islam. Itu sebabnya tidak ditemukan pendapat ulama masa lalu tentang hukum merokok.
B. Penyebab orang merokok
Berdasarkan penelitian Universitas Malik Saud didapat bahwa sebab-sebab orang yang merokok sebagai berikut:
1. Anak yang mencontoh seorang ayah yang merokok, dan diperbolehkannya perbuatannya oleh orang tuanya
2. Ingin mendapat pengakuan dari orang sekitar, biasanya anak yang baru memulai merokok akan merasa bangga karena sudah dianggap dewasa
3. Bergaul dengan orang-orang yang merokok, terutama pada anak-anak yang menjelang dewasa
4. Tidak adanya pemahaman yang cukup tentang bahaya dari merokok
5. Rasa gelisah dan gundah yang diiringi dengan kekosongan rohani serta waktu luang
C. Hukum merokok
Menurut Yusuf Qardhawi dalam bukunya, memberikan fatwa haramnya hukum merokok. Pendapat ini banyak diikuti oleh para ulama termasuk ustad Umar Thalib. Dalam salah satu tulisannya di majalah khasanah tembakau merukapan unsur utama pembuatan rokok yang telah dikenal oleh umat islam pada akhir abad ke 10 H yang dibawa oleh para pedagang spanyol. Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok. Berdasarkan ayat Al quran yang artinya “Allah yang menghalalkan yang baik-baik (thayyibah) dan mengharamkan yang jelek-jelek (khabaits).
Unsur al khabaits itu, oleh mereka yang mengharamkan rokok diakibatkan bukan cuma oleh faktor materialnya saja tetapi juga oleh faktor-faktor lain yang menjadikan khabaits. Qardhawi melihat bahwa rokok selain dapat merusak kesehatan juga dapat mesukan kantung. Lebih jauh lagi diartikan sebagai tindakan penghambur-hamburan harta (mubazir). Berdasarkan QS al Isra ayat 27 berikut:
•          
Artinya: “sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada tuhannya”
QS al Baqarah ayat 195
            •    
Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
QS an Nisa ayat 29
                    •     
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Diantara ulama yang mengharamkan dan melarang merokok ialah Syekhul islam ahmad as sanhuri al bahuti al hambali, kemudian dari kalangan madzab maliki (Ibrahim al laqqani, Ibrahim bin jam’an, Al muhaqqiq abdul malik al ishami)
Menurut para ulama merokok tidak diharamkan paling jauh menurut mereka merokok itu makruh kalau tidak bisa dikatakan mubah. Alasannya rokok hanya berbahaya jika dihisap berlebihan. Mereka menyamkan rokok dengan bawang, petai, jengkol, dan sejenisnya. Ia menjadi khabaits hanya pada saat-saat tertentu, seperti malakukannya di Masjid dan keramaian orang. Selain itu hukumnya makruh atau mubah.
Menurut para ulama telah sepakat bahwa segala yang menbahayakan akal atau badan hukumnya haram. Dan mengetahui bahaya rokok bukan lewat ahli fiqh tetapi lewat para dokter. Menurut para dokter rokok itu harus dihindari karena merupakan sebab utama beberapa penyakit. Dalam hal ini menurutnya harus dituruti karena kedudukan mereka sama dengan para fuqaha.

PENUTUP

Kesimpulan
Pada asalnya segala sesuatu itu boleh, kecuali ada nash syara yang mengharamkannya. Allah tidak menyatakan memberi kenikmatan kepada mereka dengan sesuatu yang diharamkan. Adapun sesuatu yang membahayakan (menimbulkan mudharat), baik mudharat pada badan maupun jiwa atau kedua-duanya maka pada dasarnya hukumnya terlarang dan haram.
Sedangkan pada rokok terdapat semacam dharar yang tidak boleh dilupakan dan sudah tidak diragukan lagi: dharar mali (bahaya pada keuangan) karena termasuk menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya, baik untuk urusan dunia maupun akhirat (agama). Apalagi harga rokok demikian mahal sehingga ada diantara mereka demi memenuhi ambisi merokok yang berlebihan yang tidak keberatan membelanjakan uangnya dalam jumlah yang besar yang cukup untuk menghidupi keluarganya.
Adapun jika ada sebagian orang yang merasa mendapatkan ketenangan karena merokok, maka hal ini bukanlah termasuk manfaat rokok tetapi hanya karena ia telah terbiasa merokok dan kecanduan.

DAFTAR ISI

Yunus, Muhammad BS. 2009. Kitab Rokok: Nikmat dan Mudhorot yang menghalalkan atau yang mengharamkan. Yogyakarta: Kutub.

M. Shihab, Quraish. 2010. Soal keislaman yang patut anda ketahui. Tangerang: Lentera Hati.
http//faktor-faktor penyebab orang merokok diakses tanggal 3 April 2015 jam 20.00
Assyaukanie, Luthfi. 1998. Politik, HAM, dan isu-isu teknologi dalam fiqh kontemporer. Bandung: Dzu al Qa’dah.
Qardhawi, Yusuf. 2001. Fatwa-fatwa kontemporer jilid II. Jakarta: Gema Insani Press.

HAK TETANGGA

Posted on Updated on

HAK TETANGGA
Makalah
Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Hadis Tarbawi
Dosen Pengampu : Drs. H. Ahmad Rifa’i, M.Pd

Disusun oleh:
Nur Fuaidah (2021113206)
KELAS PAI D
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Manusia makhluk sosial yang mesti berinteraksi dengan sesamanya. Mereka membentuk komunitas sendiri lalu bermasyarakat dan bertetangga. Kehidupan manusia tidak lepas dari hal-hal ini. Oleh karena itu ketika jiwa manusia dipenuhi ruh keimanan dan Islam sebagai wadah kehidupan seorang muslim, Islam mengajarkan umatnya untuk memelihara dan menghargai hak orang lain dalam pergaulan masyarakat. Akan tetapi peradaban modern yang tegak diatas materi tanpa memperdulikan makna dan akhlak yang mulia telah banyak menghilangkan hak-hak manusia, sehingga kita dapatkan sikap keakuan dan ketidak pedulian akan alam sekitarnya. Hasilnya kehancuran dan kerusakan yang tidak henti-hentinya. Manusia bagaikan alat dan robot yang dirancang bekerja setiap hari untuk mencapai nilai materi duniawi.
Diantara hak-hak manusia yang hilang akibat peradaban modern materialistis ini adalah hak-hak tetangga. Padahal tetangga memiliki kedudukan tinggi dalam masyarakat jahiliyah dulu dan masyarakat islam, baik secara syari’at, akal, harakat dan keagamaan.
Islam agama yang tinggi dan paripurna telah mengatur dan menetapkan hak tetangga dalam ajaran yang demikian rinci dan jelasnya. Tinggal kita mempelajari dan mengamalkannya setelah itu akan kita tuai (panen) hasil baiknya dalam kemasyarakatan dan bernegara.
Rumusan masalah
Bagaimana hadis tentang hak tetangga?
Bagaimana arti dan penjelasannya?
Bagaimana aspek tarbawinya?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hadits
عَنْ بَهِزْ بِنْ حَكِمْ عَنْ اَبِيه عن جده قال قلت يارسول الله مَاحَقُ جَارِي علي قال اِنْ مَرِضَ عُدْ تَهُ وَاِنْ مَاتَ شَيَعْتَهُ وَاِنِ اسْتَقْرَضَكَ اَقْرَضْتَهُ وَاِنْ اَعُوزَسَتْرَتَهُ وَاِنْ اَصَا بَهُ خَيْرًهَنَا تَهُ وَاِنْ اَصَابَتْهُ مُصيبَةٌ عَزيتَههٌ وَلاَ تَرْفَعُ بٌنَاءَكَ فَوْقَ بَنَاءِهِ فتسد عليه الر يح ولاتؤذه بريحقد رك الاان تغرف له منها
Artinya: “ Dari Baiz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya berkata: hai Rasulullah apa hak-hak tetangga terhadap saya? Rasul menjawab: jika dia sakit kamu tengok dan bila wafat maka antarkanlah jenazahnya, bila dia membutuhkan bantuan kepadamu maka bantulah kebutuhannya, bila dia mengalami kesulitan (kesukaran) maka selesaikanlah, dia mendapat musibah yang baik maka ucapkanlah selamat kepadanya, jika mendapat musibah yang jelek maka doakanlah dan tengoklah dan jika mendirikan bangunan janganlah meninggikan bangunan diatas bangunannya sehingga angin tidak bisa masuk kerumahnya dan jangan menyakiti dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya”. (HR. Ath-Thabrani)

B. Penjelasan Hadits
Kata Al Jaar (tetangga) dalam bahasa Arab berarti orang yang bersebelahan denganmu. Ibnu Mandzur berkata: “الجِوَار, الْمُجَاوَرَةdan الْجَارُbermakna orang yang bersebelahan denganmu.
Sedang secara istilah syar’i bermakna orang yang bersebelahan secara syar’i baik dia seorang muslim atau kafir, baik atau jahat, teman atau musuh, berbuat baik atau jelek, bermanfaat atau merugikan dan kerabat atau bukan.
Ibnu hajar Al Asqalaaniy menyatakan: Nama tetangga meliputi semua orang islam dan kafir, ahli ibadah dan fasiq, teman dan lawan, warga asing dan pribumi, orang yang bermanfaat dan merugikan, kerabat dan bukan kerabat dan dekat rumahnya atau jauh. Tetangga memiliki tingkatan, sebagiannya lebih tinggi dari sebagian yang lainnya.
Tetangga memiliki tingkatan, sebagiannya lebih tinggi dari sebagian yang lainnya, bertambah dan berkurang sesuai dengan kedekatan dan kejauhannya, kekerabatan, agama dan ketakwaannya serta yang sejenisnya. Sehingga diberikan hak tetangga tersebut sesuai dengan keadaan dan hak mereka.
Adapun batasannya masih diperselisihkan para ulama, diantara pendapat mereka adalah:
1. Batasan tetangga yang mu’tabar adalah empat puluh rumah dari semua arah. Hal ini disampaikan oleh Aisyah , Azzuhriy dan Al Auzaa’iy.[2]
2. Sepuluh rumah dari semua arah.
3. Orang yang mendengar adzan adalah tetangga. Hal ini disampaikan oleh Ali bin Abi Tholib .
4. Tetangga adalah yang menempel dan bersebelahan saja.
5. Batasannya adalah mereka yang disatukan oleh satu masjid.
6. Tetangga adalah orang yang sekota, ini pendapat sebagian ulama berdalil dengan firman Allah taala:
لَّئِن لَّمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَبِهِمْ ثُمَّ لاَيُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلاَّ قَلِيلاً
Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, (QS. 33:60)
Kedudukan tetangga bagi seorang muslim
Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia. Sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Syeikh Abdurrahman menjelaskan bahwa tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, lemah lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan berupa perkataan atau perbuatan.
Beberapa hak tetangga yang wajib kita ditunaikan adalah:
1. Tidak menyakitinya baik dalam bentuk perbuatan maupun perkataan.
2. Menolongnya dan bersedekah kepadanya jika dia termasuk golongan yang kurang mampu.Termasuk hak tetangga adalah menolongnya saat dia kesulitan dan bersedekah jika dia membutuhkan bantuan. Rasulullah Saw. bersabda “Barangsiapa yang menghilangkan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari berbagai kesulitan di hari kiamat kelak” (HR. Bukhori)
3. Menutup kekurangannya dan menasihatinya agar bertaubat dan bertakwa kepada Allah.Jika kita mendapati tetangga kita memiliki cacat maka hendaklah kita merahasiakannya. Jika cacat itu berupa kemaksiatan kepada Allah maka nasihatilah dia untuk bertaubat dan ingatkanlah agar takut kepada adzab-Nya. Rasulullah Saw. bersabda ”Barangsiapa menutupi aib muslim lainnya, maka Alloh akan menutup aibnya pada hari kiamat kelak” (HR. Bukhori).
4. Berbagi dengan tetangga. Jika kita memiliki nikmat berlebih maka hendaknya kita membagikan kepada tetangga kita sehingga mereka juga menikmatinya. Rasulullah Saw. bersabda “jika Engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya dan bagikan kepada tetanggamutidak sepantasnya seorang muslim bersantai ria dengan keluarganya dalam keadaan kenyang sementara tetangganya sedang kelaparan. Rasulullah Saw. bersabda لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائعٌ إِلَى جَنْبِهِTidak termasuk mukmin orang yang kenyang padahal tetangga sampingnya kelaparan

5. Jika tetangga menyakiti kita. Untuk permasalahan ini, maka cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah bersabar dan berdo’a kepada Alloh Ta’ala agar tetangga kita diberi taufik sehingga tidak menyakiti kita. Kita menghibur diri kita dengan sabda Rosulullah”Ada 3 golongan yang dicintai Alloh. (Salah satunya adalah) seseorang yang memiliki tetangga yang senantiasa menyakitinya, namun dia bersabar menghadapi gangguannya tersebut hingga kematian atau perpisahan memisahkan keduanya” (HR. Ahmad).

C. Aspek tarbawi
Diantara aspek tarbawi yang dapat kita ambil diantaranya:
1. Membiasakan berakhlak terpuji dengan cara menghormati hak tetangga.
2. Menyampaikan ucapan selamat ketika tetangga sedang bergembira, menjenguk tatkala sakit, menolong ketika mendapat kesusahan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
menjalani kehidupan bertetangga dengan baik dan saling menunaikan hak masing-masing merupakan suatu kebahagiaan dan tanda kebaikan sebuah masyarakat.
Demikianlah besar hak tetangga yang terkadang kurang kita perhatikan, padahal demikian besar dan pentingnya bagi kehidupan seorang muslim dalam bermasyarakat. Oleh karena itu marilah kita perbaiki kehidupan kita dengan lebih memperhatikan lagi syariat islam, sehingga kita dapat hidup diatas takwa dan iman. Kemudian dengan hal itu kita berharap dapat mencapai kemulian dan kebahagian didunia dan akherat.

DAFTAR PUSTAKA

Zuhri, Mohammad. 2003. Ihya Ulumiddin. jidil IV. Semarang: CV Asy syifa.

http://klikuk.com/tetangga-dalam-tinjauan-islam/ diakses tanggal 21 april 2015 pukul 08.00.

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/hak-hak-tetangga.html diakses tanggal 21april pukul 08.15.

Posted on

MAKALAH
SEBAB- SEBAB MENDAPATKAN KEWARISAN DAN PENGHALANGNYA
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata kuliah : Fiqih III
Dosen pengampu : Ambar Hermawan

Disusun oleh :
nur fuaidah (2021113206)
Kelas : E

JURUSAN TARBIYAH PAI

Disusun Oleh:
Nur Fuaidah (2021113206)
Irma Ayu Purnami (2021113209)
Choyum Sasmayani (2021113231)
Fuad Amin Rosyadi (2021113237)

TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mawaris dalam kehidupan manusia memliki peranan yang sangat penting. Banyak khasus kriminal yang terjadi, salah satunya karena masalah warisan tersebut, seorang anak yang tega membunuh orang tuanya sendiri hanya karena warisan. Bahkan banyak percekcokan antara saudara kandung atau antar keluarga karena masalah warisan. Didalam Al-Quran sudah dijelaskan secara detail mengenai hukum-hukum yang berkaitan dengan hak kewarisan tanpa mengabaikan hak seorang pun.
Hukum kewarisan Islam pada dasarnya sama dan berlaku untuk seluruh umat Islam dimana saja, akan tetapi biasanya ada sedikit perbedaan atau corak suatu Negara atau daerah dalam hal kewarisan. Tetapi perbedaan karena pengaruh daerah atau Negara tersebut tidak dapat melampaui garis-garis dari ketentuan hukum kewarisan Islam yang terdapat dalam Al-Quran, pengaruh-pengaruh tadi terjadi pada bagian-bagian yang berasal dari ijtihad atau pendapat-pendapat ahli-ahli hukum Islam sendiri yang ada pada setiap negara atau daerah-daerah tersebut.
Dari melihat realita diatas, dalam makalah fiqih III mengenai mawaris kali ini akan dijelaskan lebih mendalam mengenai sebab-sebab mendapatkan warisan dan halangan mendapatkan untuk menerima warisan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kiranya penulis merumuskan beberapa maslah sebagai acuan untuk mengkaji makalah ini, adapun rumusan masalahnya antara lain:
1. Apa yang menyebabkan seseorang mendapatkan waris?
2. Apakah yang menjadi pengalang seseorang mendapatkan waris?

BAB II
PEMBAHASAN

A. SEBAB- SEBAB MENDAPATKAN KEWARISAN
Hal- hal yang menyebabkan seseorang dapat mewarisi terbagi atas tiga macam, yaitu sebagai berikut:
1. Karena hubungan kekerabatan atau hubungan nasab
Hubungan kekerabatan atau biasa disebut hubungan nasab ditentukan oleh adanya hubungan darah. Hubungan tersebut baik bersifat lurus ke bawah, ataupun ke atas dan juga bersifat menyamping.
Sebagaimana Firman Allah (QS. Al-Anfal: 75)
                   •     
Artinya: “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Kekerabatan artinya adanya hubungan nasab antara orang yang mewarisi dengan orang yang diwarisi disebabkan oleh kelahiran. Kekerabatan merupakan sebab adanya hak mempusakai yang paling kuat, karena kekerabatan merupakan kausalitas adanya seseorang yang tidak dapat dihilangkan begitu saja.
Macam-macam garis kekerabatan dan penggolongannya
a. Furu’, yakni anak turun (cabang) dari si pewaris
b. Usul, yaitu leluhur (pokok) yang menyebabkan adanya si pewaris
c. Hawasyi, yaitu keluarga yang dihubungkan dengan si pewaris melalui garis menyamping, seperti saudara, paman bibi, dan anak turunannya tanpa membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan.

2. Karena hubungan pernikahan
Kalau hubungan pernikahan, dalam kaitannya dengan hukum Islam, berarti hubungan pernikahan yang sah menurut hukum Islam. Pernikahan yang sah menurut syari’at Islam merupakan ikatan untuk mempertemukan seorang laki-laki dengan seorang perempuan selama ikatan pernikahan itu masih terjadi. Suami-istri saling mewarisi karena mereka telah melakukan aqad pernikahan secara sah. Dengan demikian, suami dapat menjadi ahli waris dari istrinya. Demikian pula sebaliknya, istri dapat menjadi ahli waris dari suaminya.

3. Karena Wala’
Yang dimaksud dengan hubungan wala’ adalah seseorang menjadi ahli waris karena ia telah memerdekakan budaknya. Jadi apabila saseorang telah dimerdekakan oleh tuannya, maka ketika ia wafat, ahli warisnya adalah bekas tuannya itu.
Secara etimologi, wala berarti persahabatan, atau nikmat kemerdekaan. Atau pertolongan untuk memperkuat kek erabatan. Untuk memperkuat kekerabatan, maka seseorang harus merdeka dalam segala hal, termasuk dalam hal kewarisan. Karena itu, secara terminologi, wala adalah suatu kekerabatan disebabkan oleh adanya pemerdekaan budak yang dilakukan oleh tuannya.
Dasar yang dipegangi sehingga wala’ dapat menjadi ukuran terjadinya pewarisan adalah surah al-Nisa ayat 33.

وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَالَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ فَآَتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا
Artinya :” Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu-bapak dan karib kerabat, kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan jika ada orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.”
Jadi dapat ditegaskan bahwa hubungan wala’ menjadi salah satu sebab terjadinya kewarisan karena Al-Qur’an mengabut prinsip persaudaraan. Persaudaraan dibutuhkan dalam semua bidang kehidupan, termasuk dalam hal kewarisan berdasarkan firman Allah dalam surah al-Ahzab ayat 6 yang artinya menyatakan bahwa saling mewarisi antara sesama ummat islam adalah perbuatan terpuji.

B. SEBAB-SEBAB PENGHALANG KEWARISAN
Yang dimaksud dengan penghalang memperoleh hak waris atau seperti istilah fiqih dengan mawaniu al-irtsi adalah gugurnya hak seseorang ahli waris untuk memperoleh harta waris. Hak perolehan gugur karena adanya sebab-sebab khusus walaupun dalam statusnya ia merupakan ahli waris seperti seperti anak terhadap orang tuanya maupun sebaliknya.
Sebab-sebab orang tidak mendapatkan harta waris, antara lain:
1. Pembunuhan menghalangi seseorang untuk mendapatkan warisan dari pewaris yang dibunuhnya sebagaimana hadis nabi
ليس للقا تل من تر كة المقتول شيءا
“ pembunuh tidak berhak mewarisi harta orang yang dibunuhnya “

2. Ditegaskan dalam hadis Nabi
لايرث المسلم الكا فرولا المسلم
“seorang muslim tidak menerima warisan dari yang bukan muslim dan yang bukan muslim tidak menerima warisan dari seorang muslim”
Orang muslim hanya memberi waris kepada muslim, sedangkan ahli warisnya bukan muslim maka ahli waris itu tidak berhak mendapatkan harta waris.
3. Perbudakan (hamba sahaya) tidak dapat mewarisi harta peninggalan kerabatnya sebab kalau ia mewarisi berarti harta warisan itu akan diminta oleh majikannya.
Adapun unsur-unsur hukum kewarisan Islam dalam pelaksanaan hukum kewarisan masyarakat muslim yang mendiami negara republik Indonesia terdiri atas tiga unsur yang perlu diuraikan, yaitu (1) pewaris, (2) harta warisan, dan (3) ahli waris. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan, dan masing-masing mempunyai ketentuan tersendiri. Hal ini diuraikan sebagai berikut.
(1) Pewaris
Pewaris (al-Muwarits) merupakan istilah untuk menyebut tentang orang yang meninggal, baik meninggalnya secara hakiki, berdasarkan putusan pengadilan (hukmy) ataupun berdasar sangkaan ahli (taqdiry) dengan meninggalkan harta peninggalan (tirkah) dan atau harta waris serta adanya ahli waris.
(2) Harta waris
Harta waris (al-Mauruts) adalah sejumlah harta milik orang yang meninggal dunia (pewaris) setelah diambil sebagian harta tersebut untuk biaya-biaya perawatan jika ia menderita sakit sebelum meninggalnya, penyelenggaraan jenazah, penunaian wasiat harta jika ia berwasiat, dan pelunasan segala utang-utangnya jika ia berutang kepada orang lain ssejumlah harta.

(3) Ahli waris
(al-Warits) secara definitif dapat dijabarkan dengan pemahaman tentang sejumlah orang yang mempunyai hubungan sebab-sebab dapat menerima warisan harta atau perpindahan harta dari orang yang meninggal tanpa terhalang secara hukum untuk memperolehnya.
Ahli waris adalah orang yang berhak mewaris karena hubungan kekerabatan (nasab) atau hubungan perkawinan (nikah) dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris. Hal ini akan diuraikan sebagai berikut:
a. Ahli waris Kerabat (Nasab) terdiri atas:
– Anak
Kedudukan anak sebagai ahli waris, baik laki-laki maupun perempuan ditentukan bagiannya masing-masing dalam garis hukum Al-Qur’an Surah An-Nisaa’ ayat 11
b. Ibu-ayah
Kedudukan orang tua sebagai ahli waris, baik ibu maupun ayah telah ditentukan bagiannya masing-masing.
c. Duda dan janda
d. Saudara
e. Ahli waris pengganti (mawali)
Seorang anak atau lebih dari seorang baik laki-laki maupun perempuan yang menggantikan kedudukan orang tuanya sebagai ahli waris.

BAB III
PENUTUP
Yang menyebabkan seseorang menerima warisan adalah karena adanya hubungan darah, perkawinan dan perwalian. Adapun seseorang itu terhalang mendapatkan warisan karena pertama pembunuhan menghalangi seseorang untuk mendapatkan warisan dari pewaris yang dibunuhnya, Kedua, seorang muslim tidak menerima warisan dari yang bukan muslim dan yang bukan muslim tidak menerima warisan dari seorang muslim Orang muslim hanya memberi waris kepada muslim, sedangkan ahli warisnya bukan muslim maka ahli waris itu tidak berhak mendapatkan harta waris. Ketiga, Perbudakan (hamba sahaya) tidak dapat mewarisi harta peninggalan kerabatnya sebab kalau ia mewarisi berarti harta warisan itu akan diminta oleh majikannya.
Adapun unsur-unsur hukum kewarisan Islam dalam pelaksanaan hukum kewarisan masyarakat muslim yang mendiami negara republik Indonesia terdiri atas tiga unsur yang perlu diuraikan, yaitu (1) pewaris, (2) harta warisan dan (3) ahli waris. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan, dan masing-masing mempunyai ketentuan tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Ali Zainuddin. 2008, Pelaksanaan Hukum Waris di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.
Parman Ali. 1995, Kewarisan dalam Al-Qur’an Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sarmadi Sukris A. 1997, Transedensi keadilan hukum waris Islam transformatif, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Umam Dian Khairul. 1999, Fiqh Mawaris, Bandung: CV pustaka setia.
.

Posted on

Cara Mudah Membuat Resep Risoles Enak. Buat teman teman yang memang hobi ngemil, pasti tidak asing lagi dengan jajanan kue basah ini yang berbentuk lonjong dan warnanya coklat muda yang biasanya disebut kue Risoles atau disebut juga Rissole. Tapi teman teman tahu gak, ternyata ada beberapa macam jenis kue ini lho, seperti resep risoles ragout yang biasanya berisi daging ayam atau daging sapi dan risoles sayuran. Ya, sepintas memang orang beranggapan bahwa cara membuat risoles sama dengan lumpia, tetapi sebenarnya beda lho. Mungkin keduanya sama sama membutuhkan kulit risoles, tetapi sebenernya cara membuat risoles Jakarta beda dengan resep lumpia Semarang.
Sebenarnya sih terserah kita juga sih kue risoles nya mau diisi apa saja. Bahkan beberapa teman membuat kue risoles dengan isi mayonnaise, daging asap atau bahkan seafood. Tetapi yang pasti, yang menjadi salah satu ciri khas Resep risoles, baik ragout ataupun sayuran adalah potongan wortel sebagai isi dari kulit risoles nya. Buat yang suka dengan daging ayam atau daging sapi dan tidal alergi dengan susu, Resep Risoles Ragout mungkin lebih cocok. Tetapi buat teman teman yang kebetulan lagi diet daging atau teman teman vegetarian, resep risoles sayur mungkin pilihan yang lebih pas.
Teman teman mungkin beranggapan bahwa untuk membuat Resep Cemilan ini paling cepat dan praktis adalah dengan cara membeli kulit lumpia atau kulit risoles yang banyak di jual di pasar pasar dekat rumah. Sebenarnya tidak salah sih buat teman teman yang tidak punya banyak waktu luang tetapi tetap ingin membuat jajanan buat keluarga. Tetapi kalau saya pribadi sih lebih menyarankan untuk membuat sendiri kulitnya. Selain lebih higenis, bahan bahan yang digunakan pun dijamin lebih sehat dan tidak mengandung bahan bahan yang berbahaya buat kesehatan tubuh kita. Oke, untuk lebih jelasnya, silahkan melihat cara membuat Resep Risoles enak dibawah beserta cara membuat kulit risoles nya.

Cara Membuat Resep Risoles Enak
Bahan dan Cara Membuat Kulit Risoles
1. Bahan utama untuk pembuatan kulit risoles adalah tepung terigu sebanyak 500 gram.
2. Susu cair sebanyak kurang lebih 1 liter supaya hasilnya lebih gurih.
3. Telur Ayam ukuran sedang besar sebanyak 5 pcs.
4. Garam dapur yang mempunyai kandungan yodium secukupnya (kurang lebih sebanyak 1 sendok kecil).
5. Minyak sayur atau minyak goreng baru secukupnya atau bisa diganti juga dengan mentega yang dicairkan (kurang lebih sebanyak 1 sendok untuk olesan dan 7-8 sendok buat dicampur dengan bahan bahan yang lain).
6. Langkah pertama untuk pembuatan resep kulit risoles adalah mengocok telurnya.
7. Kocok telur ayamnya menggunakan mixer dan tambahkan 1 sendok garam.
8. Tuang susu cair yang sudah disiapkan dan aduk menggunakan spatula atau adukan yang lain sampai semua bahan tercampur rata.
9. Tuang tepung terigu yang sudah ditimbang sedikit demi sedikit ke dalam adoann di atas sampai habis dan adonan rata dan agak licin. Sebaiknya proses pengadukan menggunakan tangan (di uleni).
10. Masukkan margarin cair atau minyak yang sudah dipersiapkan di atas. Aduk aduk kembali menggunakan tangan sampai semua bahan tercampur rata dan terasa agak licin.
11. Diamkan sebentar supaya adonan pulen dan tutupi dengan plastik atau kain bagian atasnya.
12. Siapkan wajan penggorengan dengan api kecil. Olesi dengan sedikit minyak dan tuang adonan sedikit saja untuk membuat kulit risoles tipis tipis saja. Lakukan sampai semua adonan habis.
Bahan Isian dan Pelengkap Resep Risoles Enak dan Mudah
1. Wortel merah segar ukuran sedang besar sejumlah 2 pcs. Cuci bersih dan kupas kulitnya. Kemudian rebus sebentar dan potong potong kecil untuk isian dengan bentuk dadu.
2. Daging ayam yang sudah matang kurang lebih sebanyak 300-350 gram. Bisa juga menggunakan daging ayam goreng. Potong dan suwir suwir tipis untuk isian kue risolesnya.
3. Bawang merah lokal ukuran sedang besar sebanyak 4 pcs. Kupas kulitnya dan potong kecil kecil sekali untuk isian.
4. Kentang ukuran sedang besar sebanyak 1-2 pcs. Kupas kulitnya dan rebus sebentar. Kemudian potong kecil kecil berbentuk kotak kotak.
5. Telur ayam ukuran sedang besar 1 butir untuk olesan ke tepung panirnya.
6. Bawang putih ukuran sedang besar sebanyak 4 pcs. Kupas kulitnya dan cincang sampai halus untuk bumbu tumisan.
7. Tepung terigu secukupnya (kurang lebih setengah gelas). Beri air secukupnya dan campur sampai lembek.
8. Merica halus atau bubuk secukupnya.
9. Susu cair kurang lebih setengah gelas kecil.
10. Air matang secukupnya.
11. Garam dapur, gula pasir putih dan margarin secukupnya (untuk menumis bumbu bumbunya).
12. Tepun panir atau tepung roti secukupnya (kurang lebih sebanyak 250-300 gram).
Cara Membuat Risoles Ayam
1. Setelah membuat kulit risoles diatas, sekarang kita akan membuat isiannya.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah dicincang halus dengan margarin secukupnya. Aduk aduk sampai tercium bau harum.
3. Masukkan tepung terigu yang sudah diberi air diatas ke dalam bumbu tumisan. Aduk aduk lagi sampai semua bahan tercampur rata.
4. Masukkan air matang secukupnya (kurang lebih sebanyak 1 cangkir gelas). Aduk aduk sebentar sampai tercampur dengan campuran tepungnya.
5. Masukkan wortel dan kentang yang sudah direbus sebelumnya dan dipotong potong kecil kecil. Aduk kembali sampai tercampur rata.
6. Masukkan irisan daging ayamnya dan aduk aduk kembali semua bahan sampai tercampur rata.
7. Aduk aduk sampai wortel dan kentangnya benar benar matang lalu masukkan garam, merica dan gula secukupnya. Aduk aduk kembali sampai rata.
8. Masukkan air susunya dan aduk kembali. Tunggu sampai bahan isian mengental dan agak menyusut.
9. Ambil kulit risolesnya dan isi secukupnya denga bahan isian diatas. Lengkatkan dan bungkus dengan putih telur.
10. Kocok telur dan masukkan risoles mentah ke dalamnya. Gulung di dalam tepung panir nya dan taburi di atasnya sampai semua bagian tertutupi.
11. Diamkan dulu sebelum di goreng selama kurang lebih setengah jam.
Setelah didiamkan selama kurang lebih 30 menit, Resep Risoles diatas siap untuk digoreng dengan api sedang kecil. Supaya hasilnya bagus, sebaiknay gunakan minyak yang banyak supaya semua bagian kue risoles nya terendam ke dalam minya.
Bahan bahan Resep Kulit Lumpia Basah
Siapkan Tepung Terigu berprotein sedang sebanyak 150 gram.
Minyak Sayur atau minyak goreng sebanyak satu setengah sendok makan.
Telur Ayam, pecah dan ambil bagian putih telur nya saja sebanyak setengah bagian.
Garam dapur yang mempunyai kadar yodium cukup sebanyak setengah sendok kecil atau sendok tengah. Bisa disesuaikan dengan selera.
Air matang atau juga bisa menggunakan santan encer sebanyak 300 ml untuk hasil kulit lebih renyah dan gurih.
Proses pembuatan Kulit Lumpia Basah
Ambil satu tempat wadah untuk adonan utamanya. Masukkan dan campur 150 gram Tepung Terigu dan garamnya sampai rata dan tercampur sempurna.
Ambil wadah kecil dan masukkan putih telurnya. Kocok sebentar.
Masukkan setengah bagian putih telurnya ke dalam adonan utama. Campur dan aduk lagi sampai rata.
Masukkan sedikit demi sedikit santan encer atau air matangnya sambil diaduk sampai rata.
Masukkan satu setengah sendok makan minyak goreng. Aduk lagi semua adonan sampai rata.
Panaskan teflon dengan api sedang kecil. Olesi permukaannya terlebih dahulu dengan margarin supaya nanti tidak lengket.
Goreng adonan kulit lumpianya sebentar aja sampai setengah matang.

Posted on Updated on

Unand terima mahasiswa khusus penghafal Alquran
Selasa, 12 Mei 2015 10:36 WIB | 2.609 Views
Pewarta: M R Denya Utama
Unand terima mahasiswa khusus penghafal Alquran
Universitas Andalas (unand.ac.id)
Padang (ANTARA News) – Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, tahun ini menerima mahasiswa baru secara khusus untuk hafizh atau penghafal Alquran.

“Para mahasiswa baru ini tetap terjaring lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun salah satu kriterianya mampu menghafal ayat Alquran minimal 5 juz,” kata Rektor Unand Werry Darta Taifur di Padang, Selasa.

Dia menyebutkan untuk SNMPTN tahun ini Unand menjaring 19 mahasiswa penghafal Alquran, terdiri dari dua orang dari Pulau Jawa, satu dari Medan dan 16 orang dari Sumatera Barat.

Sebagian besar dari mereka hafal lebih dari 5 juz Alquran, dan salah satunya mampu menghafal seluruh 30 juz Alquran.

Mereka tersebar di 15 fakultas di Unand. “Para mahasiswa ini mengalami proses seleksi yang berbeda dari peserta SNMPTN lain yang masuk Unand,” kata Werry.

Dia mengungkapkan seleksi utama adalah pembacaan ayat Alquran di luar teks, namun rekam jejak prestasi di sekolah tetap menjadi acuan masuk Unand.

“Alasan memasukkan secara khusus mahasiswa penghafal Alquran ini karena dinilai memiliki kecerdasan dan kepintaran sehingga berpeluang untuk berprestasi,” kata Werry.

Hal ini terbukti pada saat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat mahasiswa beberapa waktu lalu, sebagian besar peserta adalah mahasiswa yang juga berprestasi akademik tinggi.

Dia meyakini langkah Unand ini tepat. “Tinggal saja upaya dari kampus untuk memoles para mahasiswa tersebut untuk dapat berprestasi lebih lagi,” ujar dia.

Posted on

Unand terima mahasiswa khusus penghafal Alquran
Selasa, 12 Mei 2015 10:36 WIB | 2.609 Views
Pewarta: M R Denya Utama
Unand terima mahasiswa khusus penghafal Alquran
Universitas Andalas (unand.ac.id)
Padang (ANTARA News) – Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, tahun ini menerima mahasiswa baru secara khusus untuk hafizh atau penghafal Alquran.

“Para mahasiswa baru ini tetap terjaring lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun salah satu kriterianya mampu menghafal ayat Alquran minimal 5 juz,” kata Rektor Unand Werry Darta Taifur di Padang, Selasa.

Dia menyebutkan untuk SNMPTN tahun ini Unand menjaring 19 mahasiswa penghafal Alquran, terdiri dari dua orang dari Pulau Jawa, satu dari Medan dan 16 orang dari Sumatera Barat.

Sebagian besar dari mereka hafal lebih dari 5 juz Alquran, dan salah satunya mampu menghafal seluruh 30 juz Alquran.

Mereka tersebar di 15 fakultas di Unand. “Para mahasiswa ini mengalami proses seleksi yang berbeda dari peserta SNMPTN lain yang masuk Unand,” kata Werry.

Dia mengungkapkan seleksi utama adalah pembacaan ayat Alquran di luar teks, namun rekam jejak prestasi di sekolah tetap menjadi acuan masuk Unand.

“Alasan memasukkan secara khusus mahasiswa penghafal Alquran ini karena dinilai memiliki kecerdasan dan kepintaran sehingga berpeluang untuk berprestasi,” kata Werry.

Hal ini terbukti pada saat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat mahasiswa beberapa waktu lalu, sebagian besar peserta adalah mahasiswa yang juga berprestasi akademik tinggi.

Dia meyakini langkah Unand ini tepat. “Tinggal saja upaya dari kampus untuk memoles para mahasiswa tersebut untuk dapat berprestasi lebih lagi,” ujar dia.